Laporan Pemeriksaan Logam Berat Timbal pada Makanan

MATA KULIAH       : PMM-A
DOSEN                      : KHIKI PURNAWATI K, S.ST.,M.Kes
                                                                                                                             
LAPORAN PRAKTIKUM  LOGAM BERAT TIMBAL PADA MAKANAN


logo-poltek.png












NUR ABDI FAUZIAH
PO.71.4.221.15.1.030






KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
D-IV
2017



PEMERIKSAAN LOGAM BERAT TIMBAL PADA MAKANAN
A.    Dasar Teori
Makanan adalah semua substansi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak termasuk air, obat-obatan, dan substansi-substansi lain yang digunakan untuk pengobatan. Air tidak termasuk dalam makanan karena merupakan elemen yang vital bagi kehidupan manusia. Makanan berfungsi berperan serta dalam mengatur prose salami, kimia, dan proses faal dalam tubuh.
Makanan merupakan salah satu bagian yang penting untuk kesehatan manusia mengingat setiap saat dapat saja terjadi penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh makanan. Salah satu penyebab timbulnya penyakit pada makanan karena adanya kontaminasi logam-logam berat terhadap makanan dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.
Sumber utama kontaminan logam berat berasal dari air dan udara. Istilah logam berat hanya ditujukan kepada logam yang mempunyai berat jenis lebih besar dari 5 g/cm³. Beberapa contoh logam berat yang beracun bagi manusia adalah: Arsen (As), Kadmium (Cd), Tembaga (Cu), Timbal (Pb), Merkuri (Hg), dan seng (Zn).
Ø  Timbal
Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, makanan, dan minuman. Accidental poisoning seperti termakannya senyawa timbal dalam konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan gejala keracunan timbal seperti iritasi gastrointestinal akut, rasa logam pada mulut, muntah, sakit perut, dan diare.
Menurut Darmono (1995), Pb dapat mempengaruhi sistem saraf, inteligensia, dan pertumbuhan. Pb di dalam tubuh terikat pada gugus SH dalam molekul protein dan hal ini menyebabkan hambatan pada aktivitas kerja sistem enzim. Efek logam Pb pada kesehatan manusia adalah menimbulkan kerusakan otak, kejang-kejang, gangguan tingkah laku, dan bahkan kematian.  Toksisitas logam Cu pada manusia, khususnya anak-anak, biasanya terjadi karena CuSO4. Beberapa gejala keracunan Cu adalah sakit perut, mual, muntah, diare, dan beberapa kasus yang parah dapat menyebabkan gagal ginjal dan kematian (Darmono, 1995).
B.     Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk memeriksa adanya kontaminasi logam berat Timbal pada makanan.
C.     Metode praktikum
Metode praktikum yang dilakukan yaitu metode Spektrofotometri
D.    Prosedur Kerja
Ø  Alat
-          Timbangan analitik
-          Sendok
-          Mortar dan pestle
-          Becker glass 80 ml
-          Botol sampel 5 ml
Ø  Bahan
-          Sampel makanan (kue pukis)
-          Aquadesue
-          Reagen timbal
-          Aluminium voil
Ø  Cara kerja
-          Menyiapkan alat dan bahan
-          Timbang sample makanan sebanyak 10 gr menggunakan aluminium foil.
-          Pindahkan sampel yang sudah di timbang ke bekecker glass 80 ml.
-          Pindahkan sampel dari becker glass ke dalam mortal, tumbuk menggunakan pestle hingga halus.
-          Masukkan sampel yang sudah halus ke dalam becker glass 80 ml lalu tambahkan aquades hingga 50 ml.
-          Tuang sampel ke dalam botol sampel sebanyak 5 ml.
-          Tambahkan cairan reagen timbale sebanyak 3 tetes ke dalam botol sampel.
-          Pindahkan sampel kedalam botol kuvet dan pastikan kuvet kering
-          Ukur kadar timbale menggunakan spectroquant
-          Amati dan catat hasilnya.
E.     Hasil
Nama pengambil                     : Yusni Novita
Jenis sampel                            : Kue Pukis
Waktu pengambilan                : 07.30 WITA
Hari/tanggal pengambilan       : Senin, 03 April 2017
Lokasi pengambilan                : Rpc**
Tujuan                                     : Pemeriksaan Timbal
Tempat pemeriksaan               : Lab. Kimia Kampus Kesehatan Lingkungan
Hari/tanggal pemeriksaan        : Senin, 03 April 2017

Dari pemeriksaan logam berat Timbal pada makanan (kue pukis) diperoleh hasil : 2.095  mg/L
Kadar Timbal = hasil pemeriksaan × jumlah pengenceran
Dik. Hasil pemeriksaan : 2, 095 mg/L
      Jumlah pengenceran : 5 ×
Solusi:
Kadar Timbal = 2,095 mg/L × 5
                     = 10,475 mg/L
F.      Analisa hasil
Berdasarkan hasil pemeriksaan logam berat Timbal pada kue pukis yang dilakukan pada tanggan 3 April 2017 di Lab. Kimia Kampus Kesehatan Lingkungan diperoleh hasil kadar Timbal pada kue pukis yaitu 10,475 mg/L. Hasil yang diperoleh jika dikaitkan dengan standar SNI pangan tahun 2009 yaitu batas maksimum kadar timbale pada tepung terigu (bahan utama untuk kue pukis) 1,0 mg/kg. Hasil ini juga menandakan bahwa kue pukis tersebut telah terkontaminasi Timbal dan berbahaya bagi kesehatan ketika dikonsumsi. Namun perlu diketahui bahwa pencemaran sebenarnya bukan terletak pada tepung terigu, namun bisa saja terjadi saat pengolahan bahan makanan dan alat-alat pengolahan serta penyajian bahan makanan. Terlebih lagi jajanan kue pukis ini terletak di pinggi jalan raya dimana banyak asap kendaraan dan juga ruang terbuka sehingga kemungkinan besar jajanan bisa terkontaminasi logam berat termasuk timbale.
G.    Kesimpulan
Dari analisa hasil yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kadar Timbal pada kue pukis yang diperoleh yaitu 10,475 mg/L sehingga kue pukis tersebut berbahaya bagi kesehatan ketika dikonsumsi.
H.    Saran
Selama melakukan praktikum harus lebih hati-hati dan teliti agar keamanan praktikan tetap terjaga dan juga bisa diperoleh hasil yang akurat dari sampel yang diperiksa.



DAFTAR PUSTAKA
Chandra, Budiman. 2006. Pengantar Kesehatan lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.


Komentar

  1. Assalamualaikum ukhty, sepertinya ada kesalahan pada hasil praktikum yg anda posting mungkin bisa diperbaiki..
    Syukron

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam, na'am ukh
      Syukron atas koreksinya

      Hapus
  2. Assalamualaikum mbak,mau bertanya nihh apa ada gejala yg ditimbulkan ketika qt keracunan Timbal pada sebuah makanan??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haii mb Novi, trima kasi pertanyaannya
      Ada beberapa gejala yang bisa timbul akibat keracunan Timbal pada makanan seperti sakit perut, mual, muntah, diare, dan beberapa kasus yang parah
      dan jg dpat menyebabkan gagal ginjal dan hingga kematian.

      Hapus
  3. lebih digali lagi mekanisme pencemaran pb pada sampel,sesuaikan dengan lokasi pengambilan sampel dan faktor lingkungan apa yang paling berperan??

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemeriksaan Shigella pada makanan dan minuman

Pemeriksaan Vubrio Cholera pada makanan dan minuman

laporan pemeriksaan E.coli pada makanan/minuman