pemeriksaan Salmonella pada makanan dan minuman
MATA
KULIAH :
PMM-A
DOSEN : KHIKI PURNAWATI K,
S.ST.,M.Kes
LAPORAN
“PEMERIKSAAN SALMONELLA PADA MAKANAN DAN MINUMAN”

NUR ABDI
FAUZIAH
PO.71.4.221.15.1.030
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
D-IV
2017
A. Dasar
Teori
Salmonella adalah kuman gram negatif,
tidak berspora yang panjangnya bervariasi. Bakteri dari genus salmonella
merupakan bakteri penyebab infeksi. Jika tertelan dan masuk ke dalam tubuh akan
menimbulkan gejala salmonellasis. Gejala salmonellasis yang paling sering terjadi
adalah gastroenteritis.
Salmonella
Sp. Pertama ditemukan (diamati) pada penderita demam tifoid pada tahun 1880
oleh Eberth dan dibenarkan oleh Robert Koch dalam budidaya bakteri pada tahun
1881 (Todar, 2008). Salmonella Sp. Adalah bakteri berbentuk batang , pada
pengecatan gram berwarna merah (bakteri gram negative), berukuran 2μ - 4 x 0,6,
memiliki flagel (kecuali S. Gallinarum dan S pullorum), dan tidak berspora .
Habitat Salmonella Sp. Adalah pada saluran pencernaan (usus halus) manusia dan
hewan. Suhu pertumbuhan salmonella Sp. Ialah 37° C dan pada pH 6-8. (Julius,
1990) Salmonella Sp. Bersifat aerob dan anaerob fakultatif. Pada media BAP
(Blood Agar Plate) menyebabkan hemolisi, pada MC (Mac Conkey) tidak
memfermentasi laktosa atau disebut non lactose fermentasi, tapi Salmonella Sp.
Mempermentasi glukosa, manitol, dan maltosa disertai pembentukan asam dan gas
kecuali salmonella Thyphi yang tidak menghasilkan gas. Kemudian pada indol
negative, MR positive, dan sitrat kemungkinan positive. Tidak mengidrolisiskan
Urea dan menghasilkan H2S. ( Julius, 1990 ).
Salmonella
yang mencemari makanan dapat berkembangbiak secara cepat karena keadaan
lingkungan yang panas dan lembab menstimulir pertumbuhannya. Tempat-tempat yang
memungkinkan tersebarnya salmonellasis misalnya di rumah-rumah, rumah makan,
asrama, hotel, dan sebagainya.
Salmonella
mungkin terdapat pada makanan dalam jumlah tinggi, tetapi tidak selalu
menimbulkan perubahan dalam hal warna, bau, maupun rasa dari makanan tersebut.
Smakin tinggi jumlah salmonella dalam suatu makanan, semakin besar timbulnya
gejala infeksi. Makanan-makanan yang sering terkontaminasi oleh salmonella
yaitu telur, daging ayam, daging sapi, serta susu dan olahannya seperti ice
cream dan keju.
B.
Tujuan
1.
Agar dapat mengetahui alat dan bahan yang digunakan
dalam pemeriksaan Salmonella.
2.
Agar dapat melakukan identifikasi Salmonella pada
sampel makanan dan minuman.
3.
Agar dapat menentukan jenis Salmonella pada sampel
makanan dan minuman.
C.
Mekanisme kerja
Ø
Alat
-
Becker glass
-
Pipet ukur 10 mL - Gelas ukur
-
Incubator - Batang pengaduk
-
Tabung reaksi - tabung durham
-
Petridish - Autoclace
-
Lampu spirtus - Balp
-
Kawat ose
Ø
Bahan
-
Sampel makanan atau minuman
-
Endo agar
-
Triple Sugar Iron Agar
-
Kliger Iron Agar
-
Media gula-gula (Maltosa, Manit, Sakarosa, Laktosa,
Glukosa)
-
Aquadest
Ø
Cara kerja
Hari I
-
Timbang 10 gr sampel makanan atau 10 ml sampel dalam
bentuk cair.
-
Makanan dalam bentuk padat di hancurkan + air pepton 45
mL
-
1 ml sampel salmonella, masukkan dalam petridish steril
dan tuangi endo agar steril suhu 55̊ ± 15 cc goyang dan biaran beku.
-
Eramkan selama 18 – 24 jam dengan suhu 37̊ C.
Hari
ke II
-
Amati, jika koloni berwarna merah rose (merah muda),
koloni kecil dan berwarna putih berarti positif.
-
Tanam pada media TSIA 1 – 2 mata ose secara zigzag.
-
Eramkan selama 18 – 24 jam dengan suhu 37̊ C.
Hari
ke III
-
Dinyatakan positif jika lereng berwarna merah, dasar
kuning dan pada tusuk tidak hitam
-
Lanjutkan pada media gula-gula dan KIA 1 – 2 mata ose.
-
Ambil 1-2 mata ose, lalu zig-zag di media agar.
-
Eramkan 18-24 jam, dengan suhu 357 C
Hari
ke IV
-
Baca dalam table untuk menentukan jenis salmonella.
Pada KIA apabila tusuk pertama ada warna hitam maka menandakan adanya gas H2S
dan pada lereng warna merah dengan dasar kuning.
D.
Hasil
Label pengambilan sampel
1.
Makanan (gado-gado)
Nama
Pengambil : Andi Dala
Aprilla
Alamat
pengambilan : Bnt*
Waktu/jam : 16 Mei 2017/ pukul
09.45 WITA
Tujuan : Untuk
pemeriksaan bakteri E. coli
2.
Minuman (es kelapa)
Nama
pengambil : Arya Pebruansyah
Alamat
pengambilan : Bnt*
Waktu/jam : 16 Mei 2017/pukul
01.15
Tujuan
: Untuk
pemeriksaan bakteri E.coli
|
Pengamatan
|
Hari I
|
Hari ke II
|
Hari ke III
|
Keterangan
|
|
Media
|
Endo agar
|
TSIA
|
Media gula-gula
|
Bukan bakteri Salmonella
|
|
Hasil
|
(+) positif
|
(-) negatif
|
(+) positif
|
|
|
Ciri
|
- Terdapat koloni putih pada media
dan koloni berwarna merah muda
|
-
|
pada media
Mal : +AG
Man : + AG
Sac : +AG
Lac : +AG
Glu : +AG
(+) positif Enterobacter Aerogenes
|
E.
Analisa Hasil
Berdasarkan
hasil yang didapatkan pada pemeriksaan Salmonella pada sampel gado-gado dan es
kelapa didapatkan hasil pada media Gula-gula +AG (positif asam gas) pada semua
media gula yang berarti pada kedua sampel tersebut tidak mengandung bakteri
Salmonella akan tetapi ditemukan coliform jenis lain yaitu Enterobacter
Aerogenes. Adapun beberapa factor yang dapat menyebabkan keberadaan bakteri
tersebut pada es kelapa dang ado-gado yaitu penjamah yang hygienis, fasilitas
sanitasi kurang, dan bahan makanan yang kurang bersih.
F.
Kesimpulan
Dari
pemeriksaan gado-gado dan es kelapa dapat disimpulkan bahwa kedua sampel
tersebut tidak aman unuk dikonsumsi berdasarkan Permenkes RI No.
1098/MENKES/Per/VII/2003 tentang persyaratan higiene sanitasi rumah makan dan
restoran bahwa angka kolifom dalam makanan harus nol (0) / gram karena
ditemukan bakteri coliform jenis lain yaitu Enterobacter aerogenes.
G.
DAFTAR PUSTAKA
Chandra,
Budiman. 2006. Pengantar Kesehatan lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
https://risaluvita.wordpress.com/2013/12/17/laporan-praktikum-uji-salmonella/
diakses pada tanggal 15 Juni 2017.
http://www.pintarbiologi.com/2016/03/praktikum-mikrobiologi-pemeriksaan-salmonella-pada-bahan-pangan.html
diakses pada tanggal 15 Juni 2017
Komentar
Posting Komentar